Secara bahasa, ikhlas bermakna bersih dari kotoran. Kotoran disini adalah segala sesuatu yang membuat hati kita menjadi tidak ridlo melakukan atau menerima.
Menggapai keikhlasan hati adalah perkerjaan yang tidak mudah...berawal dari memaksa hati untuk menerima, berharap kemudian hati menerima tanpa paksaan lagi.
Salah satu cara saya untuk menjadi ikhlas adalah dengan memaksa hati, mengerjakan apapun seperti orang ikhlas, sehingga hati terbiasa untuk merasakan ikhlas.
Ikhlas akan sulit dicapai dengan hati yang kotor dan tidak murni. Jika mengerjakan suatu hal dengan mengharapkan imbalan, itulah musuh ikhlas.
Selalu ingatlah kepada Allah SWT agar hati kita menjadi tenang dan damai. Hati yang tenang dan damai cenderung tidak banyak menuntut. Hati yang tenang akan selalu merasa cukup dan bersyukur.
Disinilah tingkat keimanan berperan. Seseorang dengan iman yang kuat akan selalu pandai bersyukur sehingga melakukan sesuatu akan menjadi lebih mudah untuk ikhlas.
Itulah yang saya harapkan pada hati saya...pagi ini...ikhlas menerima tugas...mencari makna dibalik itu semua...
_Renungan Hati_
Sabtu, 12 Januari 2013
Senin, 17 Desember 2012
MEMAHAMI SESUATU ITU TUMBUH
REFLEKSI
KULIAH FILSAFAT ILMU KE 14
(SELASA,
11 DESEMBER 2012)
Endah
Tri Mulyaningsih, S.Si /12708251067
PSN
Kelas D 2012
MEMAHAMI SESUATU ITU
TUMBUH
Dalam kuliah minggu lalu, Prof. Marsigit membicarakan salah satunya
tentang bagaimana memahami sesuatu. Membangun pengetahuan dapat
juga dilakukan dengan metode hidup atau tumbuh atau eksplorasi atau hermenetika.
Pengetahuan dapat dimulai dengan mencari tahu tentang sesuatu itu melalui
informasi lain, misalnya buku. Kemudian pengetahuan ada dalam pikiran walaupun
sedikit. Dengan inisiatif dan rasa ingin tahu, maka pengetahuan bisa didapatkan
dengan bertanya ataupun menemui langsung obyek yang ingin diketahui.
Pengetahuan dibangun sedikit demi sedikit dalam waktu yang relative, dengan
metode eksplorasi.
Apa yang saya dapatkan di kuliah tersebut mengingatkan kembali tentang
isi Elegi “Seorang Hamba Menggapai Keputusan”. Menurut
pemahaman/dimensi saya dalam elegi tersebut dijelaskan bagaimana ilmu itu ada
dalam memori manusia dan dimengerti oleh manusia. Informasi dapat dimulai dari
mana saja, baik pikiran maupun panca indera. Jika dimulai dari pikiran maka
maka manusia mendapatkan ilmu dengan abstrak, kemudian dibuktikan dengan panca
indera sehingga lebih kongkrit, genaplah ilmu menjadi 100 %. Ilmu dapat juga diperoleh
melalui panca indera terlebih dahulu kemudian dipikirkan dalam pikiran.
Pada intinya dalam
mencari pengetahuan itu dapat dimulai dengan memikirkan kemudian dibuktikan
dengan panca indera ataupun sebaliknya. Dan yang paling mendasari adanya
pengetahuan adalah rasa ingin tahu dan inisiatif.
Pertanyaan :
1.
Jika kita sedang dalam keadaan tidak
ikhlas dalam pikir, maka apa yang dapat saya lakukan untuk menjadi ikhlas
berfikir?
2.
Apakah dengan dimulai dengan terpaksa
bertanya? Atau dimulai dengan ikhlas mempelajari sesuatu untuk mencari anti
tesis dari tesis-tesis yang telah saya peroleh?
Senin, 03 Desember 2012
REFLEKSI MENGGAPAI ALIRAN FILSAFAT
REFLEKSI
KULIAH FILSAFAT ILMU KE 12
(SELASA,
27 NOVEMBER 2012)
Endah
Tri Mulyaningsih, S.Si /12708251067
PSN
Kelas D 2012
MENGGAPAI ALIRAN
FILSAFAT
Bagaimana caranya menggapai aliran
filsafat? Salah satu caranya adalah dengan memahami semua aliran filsafat.
Kemudian sesuaikan dengan nilai yang telah kita anut. Memahami aliran filsafat
dapat dimulai dari berawalnya filsafat ilmu ada sampai kepada ilmu-ilmu bidang
yang sekarang telah semakin berkembang. Ibarat kata dimulai dari Puncak gunung
sampai ke lautan.
Dalam kuliah minggu yang lalu juga
ditampilkan seberapa banyak elegi yang telah dibaca dan dianalisis oleh setiap
mahasiswa. Seberapa banyak dan seberapa rutin mengenalisis elegi berdampak
terhadap nilai filsafat, mungkin bahasa elegi nya adalah “Menggapai Nilai Mata
Kuliah Filsafat Ilmu”. Kerutinan dalam membaca elegi sangat dianjurkan oleh
Prof.Dr.Marsigit, karena berfilsafat yang dibutuhkan adalah proses. Membaca
elegi setiap hari akan lebih baik bagi proses berfilsafat daripada membaca
banyak elegi tetapi satu hari dalam satu bulan.
Kerutinan ini sama halnya seperti
anjuran Rosululloh SAW, bersedekahlah sedikit tetapi rutin/tipa hari. Alloh SWT
lebih menyukai yang rutin walau sedikit. Jika punya uang berjuta-juta untuk
disedekahkan jangan disedekahkan sekaligus, tetapi pecahlah menjadi kecil-kecil
untuk disedekahkan setiap hari.
Pertanyaan :
1. Dalam elegi Pemberontakan Pendidikan Matematika 6
disebutkan bahwa “Pure Logic dipandang baru sebagai A
Priori saja dan belum Sintetik, karena Pure Logic memang bersifat Analitik.
Dengan demikian menurut Kant, Pure Logic belumlah merupakan Ilmu. Karena Pure
Logic bukan sebagai Ilmu maka dia tidak memberikan informasi apapun kecuali
tentang KONSISTENSI yang ada pada dirinya.”
Bagaimana ilmu murni yang lain? Bukankah
dalam ilmu Murni (saya berasal dari ilmu Biologi murni) terdapat penelitian
yang akan mengembangkan ilmu itu sendiri. Penelitian merupakan kajian dari
fenomena yang dipikirkan dan diuji, bukankah hal tersebut sintetik a priori?
Senin, 26 November 2012
MENDEFINISIKAN PENDIDIKAN DALAM SATU KATA
REFLEKSI
KULIAH FILSAFAT ILMU KE 11
(SELASA,
20 NOVEMBER 2012)
Endah
Tri Mulyaningsih, S.Si /12708251067
PSN
Kelas D 2012
MENDEFINISIKAN
PENDIDIKAN DALAM SATU KATA
Pendidikan dapat didefinisikan dalam
satu kata. Definisi tersebut akan menjadi petunjuk termasuk golongan mana orang
yang mendefinisikan. Dalam kuliah Dr. Marsigit minggu lalu, semua mahasiswa
diminta mendefinisikan pendidikan dalam satu kata. Tercenganglah kami ketika
diantara teman banyak yang mendefinisikan pendidikan sebagai ilmu, transfer dan
investasi. Ternyata yang mendefinisikan pendidikan dengan kata tersebut
termasuk kaum industrialis. Ada 5 golongan yang mendefinisikan pendidikan,
yaitu kaum industrialis, konservatif, humanis, progresif dan education for all.
Kaum industrialis, konservatif dan humanis memandang pendidikan sebagai
keuntungan yang dapat juga diartikan sebagai investasi. Jika pendidikan
diartikan sebagai investasi maka pendidikan cenderung dirancang untuk mencapai
tujuan dengan tidak memperhatikan proses dan peserta didik sebagai obyek
pendidikan. Ketiga golongan ini jarang memperhatikan proses dalam pendidikan,
pendidikan yang diajarkan hanya merupakan materinya saja, tanpa memperhatikan
kegiatan. Hal tersebut dapat merebut intuisi peserta didik. Tidak terasahnya
intuisi menyebabkan peserta didik kurang berkembang dan kurang kreatif dalam
memecahkan masalah yang dihadapi.
Kaum progresif dan education for
all, memandang pendidikan sebagai proses. Kegiatan pembelajaran sangat
dihargai sebagai bentuk memberikan pengalaman terhadap peserta didik. Kegiatan
tersebut dapat mengembangkan intuisi peserta didik. Intuisi diperoleh dari
pengalaman yang tersimpan dalam memori otak.
Dalam pelaksanaan pendidikan terutama dalam evaluasi, kaum industrialis-konservatif-progresif
akan merancang evaluasi setipe dengan ujian nasional. Peserta didik dievaluasi
hanya dalam kemampuan kognitif dan tipe soal multiple choise. Namun, kaum progresif-education for all tidak akan melupakan evaluasi dari proses belajar.
Sehingga evaluasi tidak hanya dalam bentuk tes, tetapi juga dalam bentuk
nontes, portofolio misalnya.
Jika kita sebagai guru, sebaiknya kita jangan melupakan proses, karena
proses mampu merebut intuisi peserta didik kita.
Pertanyaan :
1. Apa yang akan kita lakukan sebagai guru jika
kurikulum dirancang oleh kaum industrialis?
2. Dalam elegi Pemberontakan Pendidikan Matematika 6
disebutkan bahwa “Pure Logic dipandang baru sebagai A
Priori saja dan belum Sintetik, karena Pure Logic memang bersifat Analitik. Dengan
demikian menurut Kant, Pure Logic belumlah merupakan Ilmu. Karena Pure Logic bukan
sebagai Ilmu maka dia tidak memberikan informasi apapun kecuali tentang KONSISTENSI
yang ada pada dirinya.”
Bagaimana ilmu murni yang lain? Bukankah
dalam ilmu Murni (saya berasal dari ilmu Biologi murni) terdapat penelitian
yang akan mengembangkan ilmu itu sendiri. Penelitian merupakan kajian dari
fenomena yang dipikirkan dan diuji, bukankah hal tersebut sintetik a priori?
Selasa, 13 November 2012
TERBATAS OLEH RUANG DAN WAKTU
TERBATAS OLEH RUANG DAN WAKTU
Pertanyaan Filsafat:
Pewawancara : Endah Tri Mulyaningsih /
PSn D 2012/ 12708251067
Yang diwawancara : Florentina Maria
Panda / PSn D 2012 / 12708251074
1. Pernahkan anda belajar filsafat?
Jawaban
Tina : Aku belum pernah belajar Filsafat ketika aku kuliah S1 itu diluar
pikiranku, tetapi setelah aku belajar filsafat aku menyadari bahwa aku belajar
filsafat sejak aku mengerti apa itu ilmu, jadi menurut aku belajar Filsafat
itu bergantung dengan kesadaran untuk memahami apa itu ilmu.
Komentar Endah: Saya sependapat, sebenarnya kita
mempelajari suatu ilmu (bidang) pastilah menggunakan filsafat, tetapi kita
tidak sadar. Sewaktu kuliah baru kita mengerti ternyata kita telah menggunakan
filsafat untuk belajar suatu ilmu atau mendapatkan pengetahuan dari eksperimen.
2. Aliran apakah yang anda ikuti?
Jawaban
Tina : Aku mengikuti aliran Positivisme, yang memiliki doktrin filosofi dan
ilmu pengetahuan sosial yang menempatkan peran sentral pengalaman dan bukti
empiris sebagai basis dari ilmu pengetahuan dan penelitian. Terminologi
positivisme dikenalkan oleh Auguste Comte untuk menolak doktrin nilai
subyektif, digantikan oleh fakta yang bisa diamati serta penerapan metode ini
untuk membangun ilmu pengetahuan yang diabdikan untuk memperbaiki kehidupan
manusia.
Komentar Endah : Ya saya
sependapat juga dengan aliran tersebut. Sebagai akademisi yang tahu metode
ilmiah untuk mendapatkan ilmu penegtahuan baru, dimulai dengan mendapatkan
pengetahuan baru, disesuaikan dengan pengetahuan dan pengalaman yang telah
dimiliki dan menghasilkan sintesis/pengetahuan hasil refleksi. Dalam metode
ilmiah dijelaskan bagaimana mendapatkan pengetahuan yang baru sesuai dengan
langkah-langkah yang baku.
3. Apakah anda termasuk orang yang tahu tentang
ketidak tahuan anda?
Jawaban
Tina : Aku termasuk orang yang tahu
tentang ketidak tahuan atau kelemahan, tetapi kadang aku tidak menyadari akan
ketidak tahuan ku karena sikap egois dan kesombongan yang ada dalam
diriku.
Komentar Endah : Beruntung jika
kita tahu terhadap ketidak tahuan kita. Ketika sadar akan ketidaktahuan maka
kita akan mencari tahu.
4. Apakah anda tahu pengertian intuisi?
Jawaban
Tina : Iya, menurut saya intuisi merupakan pemahaman atau pengenalan terhadap
sesuatu secara langsung dan penyimpulan. Intuisi terbagi menjadi dua bagian
yaitu itusisi indrawi dan intuisi intelektual.
Komentar
Endah : Saya kurang sependapat. Menurut saya intuisi itu adalah pengetahuan
yang kita tahu tapi kita tidak dapat menjelaskan bagaimana dan kapan pengetahuan
itu kita dapat.
5. Coba anda berikan contoh tentang intuisi!
Jawaban
Tina : Contoh intuisi indrawi : ada manusia yang bisa melihat mahkluk gaib dan
mengatakan bahwa mahkluk gaib itu ada tetapi didunia yang berbeda.
Komentar
Endah : Mungkin juga contoh tersebut merupakan intuisi. Contoh lain, misalnya
saya tidak ingat kapan dan bagaimana saya memahami ukuran besar dan kecil. Saya
tahu tapi saya tidak mampu menjelaskan bagaimana dan kapan saya mengetahuinya.
6. Apakah kebenaran itu?
Jawaban
Tina : Kebenaran adalah suatu hal atau perkara yang benar, tetapi antara Ada
dan Yang mungkin ada secara kasat mata.
Komentar
Endah : Saya memiliki pengertian lain, menurut saya kebenaran adalah sesuatu
yang saya ketahui dan yakini kebenarannya. Tidak peduli orang lain sependapat
atau tidak.
7. Apakah spiritualnya kebenaran? Jelaskan!
Jawaban
Tina : Spritual kebenaran adalah Agama, karena setiap agama merupakan kebenaran
yang diyakini dan dipercaya.
Komentar
Endah : Ya saya sependapat dengan anda. Spiritualnya kebenaran adalah agama.
8. Bagaimana anda yakin akan urusan agama?
Jawaban
Tina : Aku yakin dengan agamaku dengan cara:
1).
disampaikan oleh orang tua
2).
bertanya dan mencari tahu tentang kebenaran yang aku yakini melalui orang-orang
yang ada disekitarku seperti : Pastor, pendeta, dll serta hal yang paling
penting adalah Membaca Kitab Suci, karena semua ayat-ayat didalam membuat aku
yakin dan percaya serta aku mengimani agamaku.
Komentar Endah
: Ya saya sependapat bahwa keyakinan tentang urusan agama adalah urusan hati
dan keyakinan tersebut harus dipupuk dan dijaga dengan cara belajar tentang
agama.
9. Apakah segala urusan bisa anda pikirkan?
Jawaban
Tina : Aku tidak mampu memikirkan segala urusanku dalam waktu bersamaan karena
pikiranku terbatas oleh ruang dan waktu.
Komentar
Endah : Ya saya sependapat, tidak semua
urusan bisa dipikirkan secara bersamaan. Ada juga urusan yang tidak mampu
dipikirkan oleh pikiran, yaitu urusan keyakinan. Pikiranku tidak mampu
memikirkan sebagian urusan hatiku.
10.
Kapan sebuah meja bisa memiliki makna?
Jawaban
Tina : Menurut aku, meja (Obyek) itu bermakna jika ada subyek yang menyetuhnya
baik secara langsung maupun secara tidak langsung (melalui pikiran).
Komentar
Endah : Ya saya sependapat, selain itu meja akan memiliki makna kalau meja
ditempatkan dalam ruang dan waktu.
11.
Jika meja saya letakkan dalam kelas, apakah
maknanya?
Jawaban
Tina : Menurut aku meja bermakna hanya sebatas ruang saja, tetapi dalam waktu
belum terbatas.
Komentar Endah : Saya kurang
sependapat, menurut pengetahuan dari kuliah yang saya pahami adalah benda akan
bermakna jika ditempatkan dalam ruang dan waktu. Jadi meja yang ditempatkan
dalam ruang kelas saya, belum memiliki makna apa-apa.
12.
Jika meja saya
letakkan dalam kelas pada waktu siang, apa maknanya?
Jawaban
Tina : Menurut aku meja bermakna yaitu meja(Obyek) diletakkan oleh seseorang
(Subyek) terbatas oleh ruang dan diletakkan pada waktu siang sehingga dapat
digunakan.
Komentar
Endah : Ya berarti meja tersebut memiliki makna, karena terletak dalam ruang
dan waktu.
13.
Jadi makna benda
itu tergantung dari apa?
Jawaban
Tina : Dari jawabanku, maka dapat aku simpulkan bahwa makna benda bergantung
kepada Subyek dan Obyek dan terbatas oleh ruang dan waktu.
Komentar Endah : saya sependapat,
bahaw makna suatu benda itu terbatas akan ruang dan waktu.
Langganan:
Postingan (Atom)